TVRINews, Sarawak
Semangat kemerdekaan Indonesia terasa hingga ke tengah perkebunan di Sarawak, Malaysia. Sebanyak 105 siswa Community Learning Center (CLC) Ladang 3 SPAD, Miri, ikut merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh keceriaan dan semangat kebersamaan.
Peringatan hari kemerdekaan tersebut tidak sekadar menjadi ajang bermain dan perlombaan. Di balik kemeriahan permainan khas 17 Agustus, terselip pesan tentang perjuangan, sportivitas, kerja sama, serta kecintaan terhadap Tanah Air.
Anak-anak mengikuti berbagai perlombaan yang mengundang tawa sekaligus melatih kekompakan. Mulai dari tarik tambang, estafet tepung, balap karung, sepak bola corong, hingga lomba makan biskuit tanpa menggunakan tangan.
Suasana pun berlangsung meriah. Anak-anak saling menyemangati dan menunjukkan keberanian untuk berkompetisi. Menang atau kalah bukan menjadi tujuan utama, melainkan bagaimana mereka belajar bekerja sama dan menikmati proses.
Konsul Jenderal RI di Kuching, Dr. Abdullah Zulkifli, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas antusiasme para siswa.

[Foto: Konsul Jenderal RI di Kuching, Dr. Abdullah Zulkifli]
Ia berpesan agar anak-anak Indonesia di Sarawak tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Menurutnya, kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari perjalanan hidup.
“Dalam hidup kita harus terus berjuang, jangan menyerah. Menang dan kalah merupakan bagian dari sebuah kompetisi. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat belajar dari setiap pengalaman, termasuk dari kekalahan, untuk dijadikan sebagai pengalaman dan pembelajaran untuk menjadi lebih baik di masa mendatang,” ujar Abdullah,Kamis 13 Agustus 2026.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai penting yang ingin ditanamkan melalui kegiatan peringatan kemerdekaan. Anak-anak tidak hanya diajak mengenal sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga memahami bahwa semangat perjuangan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan manajemen Ladang 3 Sarawak Plantation Agriculture Development (SPAD), yakni Philip Liew Ket Leong selaku Assistant General Manager dan Wan Mohamad Nisal Bin Wan Sembok selaku Deputy Chief Operating Officer, bersama jajaran manajemen lainnya.
Kehadiran pihak perusahaan menjadi bentuk dukungan terhadap pendidikan dan pembinaan anak-anak pekerja migran Indonesia yang berada di kawasan perkebunan.
Kolaborasi antara KJRI Kuching, pihak perusahaan selaku pengelola CLC dan para guru menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui CLC, anak-anak Indonesia di Sarawak mendapatkan ruang untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun karakter.
Lebih dari itu, pendidikan di CLC juga menjadi jembatan agar anak-anak Indonesia yang tumbuh jauh dari Tanah Air tetap mengenal akar budaya, menghargai identitas bangsa dan memiliki rasa cinta terhadap Indonesia.
Perayaan HUT ke-81 RI di CLC Ladang 3 SPAD pun menjadi lebih dari sekadar lomba khas kemerdekaan. Tarik tambang mengajarkan kekompakan, estafet melatih kerja sama, sementara setiap perlombaan menanamkan keberanian untuk mencoba dan menerima hasil dengan lapang dada.
Semangat kemerdekaan akhirnya hadir dalam bentuk yang sederhana tetapi bermakna agar anak-anak bisa tertawa, berlari, saling membantu dan belajar menjadi lebih kuat.
KJRI Kuching menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pendidikan dan pembinaan karakter anak-anak Indonesia di Sarawak. Keberadaan CLC menjadi salah satu bentuk nyata perhatian Pemerintah Indonesia terhadap pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia.
Jauh dari kampung halaman, anak-anak tersebut tetap membawa satu hal yang tak boleh hilang yaitu semangat untuk belajar, berjuang dan mencintai Indonesia.










