TVRINews – Kalimantan Barat
Kontingen otomotif Kalimantan Barat membawa misi persahabatan lintas negara dalam ajang Sarawak International Jamboree 4x4 ke-9 di Bintulu, Malaysia.
Deru mesin kendaraan bermuatan gardan ganda menggema di kawasan Bintulu, Sarawak, seiring kehadiran delegasi pencinta jalur ekstrem asal Kalimantan Barat. Sebanyak 17 unit kendaraan dan pengemudinya secara resmi ambil bagian dalam perhelatan akbar Sarawak International Jamboree 4x4 edisi kesembilan, sebuah agenda otomotif lintas batas yang mempertemukan para pegiat penjelajahan alam bebas dari berbagai wilayah regional.
Keikutsertaan kontingen Indonesia ini tidak sekadar berfokus pada pembuktian ketangguhan kendaraan di lintasan berat. Lebih dari itu, momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat simpul persahabatan bilateral antara komunitas otomotif Tanah Air dan negeri jiran.
Ketua Indonesia Offroad Federation (IOF) Sanggau, Andi Darsudin, menjelaskan bahwa seluruh rombongan telah melalui serangkaian persiapan matang, mulai dari optimalisasi teknis kendaraan hingga kesiapan fisik.
Tingginya animo peserta mencerminkan besarnya antusiasme dalam menghadapi tantangan lintasan yang dirancang oleh pihak penyelenggara.
"Kontingen asal Kalimantan Barat menurunkan sekitar 17 kendaraan. Seluruh peserta menunjukkan kesiapan optimal serta antusiasme tinggi untuk berpartisipasi dalam Sarawak International Jamboree ini. Berbagai persiapan penunjang, khususnya kondisi kendaraan, telah kami rampungkan jauh-jauh hari," ujar Andi Senin 31 Agustus 2026.
Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan partisipasi masif dengan melibatkan sekitar 245 kendaraan dari berbagai latar belakang komunitas. Panitia membagi para peserta ke dalam tiga klasifikasi utama guna mengakomodasi tingkat keterampilan dan spesifikasi kendaraan, yakni Extreme Trail Grup A, Adventure Trail Grup B, serta Glamping Grup C.

(Foto: Agus Alfian/TVRI Kalbar)
Dari ketiga kategori tersebut, kelas Extreme Trail menjadi sorotan utama karena menuntut perpaduan optimal antara keandalan mekanis kendaraan dan ketepatan strategi pengemudi dalam mengatasi karakter medan yang menantang.
Namun, di balik atmosfer kompetitif dan kerasnya lintasan lumpur, agenda tahunan ini menyisipkan misi kemanusiaan yang signifikan. Rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya berorientasi pada petualangan semata, melainkan juga menyertakan program bakti sosial bagi masyarakat di sepanjang rute perlintasan.
Para peserta dijadwalkan menyambangi sejumlah perkampungan lokal di wilayah Sarawak untuk berinteraksi langsung sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga setempat. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan dimensi sosial yang lebih luas bagi para peserta penjelajahan.
"Kegiatan offroad kali ini disinergikan secara langsung dengan aksi kepedulian sosial di perkampungan-perkampungan yang dilintasi selama rute di Sarawak, Malaysia," tambahnya.
Bagi para pegiat otomotif Kalbar, keterlibatan dalam ajang internasional ini menjadi instrumen strategis untuk memperluas jejaring kemitraan dengan komunitas sejenis di Malaysia. Andi berharap hubungan baik yang telah terbangun dapat terus dijaga melalui agenda kunjungan timbal balik secara berkesinambungan pada masa mendatang.
"Kami menaruh harapan besar agar komunikasi dan silaturahmi ini dapat terus dipelihara setiap tahunnya, baik melalui kunjungan delegasi kita ke Malaysia maupun sebaliknya," pungkasnya.
Kehadiran kontingen Kalimantan Barat di Bintulu sekali lagi membuktikan bahwa dunia otomotif mampu melampaui batas-batas hobi konvensional. Di tengah cengkeraman medan ekstrem dan tantangan alam lintas batas, para pengemudi dari dua negara justru menemukan ruang solidaritas yang solid untuk merajut persaudaraan regional.









