TVRINews, Bengkayang
Semangat cinta Tanah Air menggema dari kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Bendera Merah Putih raksasa berukuran 8 x 17 meter berhasil dikibarkan di tebing Tugu Garuda, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Pengibaran bendera raksasa tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan kirab Merah Putih dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Selain kirab, sebanyak 3.000 Bendera Merah Putih juga dipasang untuk menghiasi sejumlah ruas jalan di kawasan perbatasan, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI tersebut dilaksanakan Panitia HUT RI Kecamatan Jagoi Babang dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi vertikal, organisasi masyarakat, pelajar, tokoh adat dan agama, hingga masyarakat perbatasan.
Ratusan peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas jajaran Forkopimcam, personel TNI-Polri, BNPP, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, organisasi Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Forum Komunikasi Masyarakat Perbatasan Indonesia–Malaysia Jagoi Babang, serta para pelajar.
Usai apel, suasana semakin semarak dengan penampilan tari Dayak. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti kirab Merah Putih yang bergerak dari Kantor Desa Jagoi menuju kawasan Tugu Garuda.

Kirab berlangsung meriah dengan iringan drumben SMA Negeri 1 Seluas yang membawakan sejumlah lagu nasional. Rombongan melintasi kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Helipad Tugu Garuda.
Sesampainya di lokasi, seluruh perhatian tertuju pada tebing tinggi di kawasan Tugu Garuda. Bendera Merah Putih raksasa berukuran 8 x 17 meter kemudian dibentangkan dan dikibarkan dengan megah di dinding tebing tersebut.
Momen itu disambut antusias oleh seluruh peserta. Tepuk tangan dan sorak kebanggaan terdengar saat Sang Saka Merah Putih membentang di tebing kawasan perbatasan.
Camat Jagoi Babang, Saidin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pengibaran bendera raksasa di Tugu Garuda menjadi simbol kuat bahwa nasionalisme masyarakat di kawasan perbatasan tetap terjaga.
"Kami sangat bangga atas inisiasi dari BAIS TNI, kerja keras Panitia HUT, serta dukungan penuh dari Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani. Kolaborasi bersama BNPP, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, TBBR, para siswa, serta drumben SMA Negeri 1 Seluas membuat kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh makna," ujar Saidin.
Ia menegaskan, momentum tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bentuk nyata kecintaan masyarakat perbatasan terhadap Indonesia.
"Pengibaran bendera raksasa di tebing Tugu Garuda menjadi pesan bahwa jiwa nasionalisme masyarakat perbatasan tetap kokoh, tegak berdiri, dan tidak tergoyahkan," katanya.

Sementara itu, Danki SSK II Jagoi Babang Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani, Kapten Arm Bryan Wira Triatmaja, S.Tr. (Han), turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat.
"Hari ini, Jagoi Babang menjadi saksi betapa kuatnya rasa cinta Tanah Air di beranda depan NKRI. Kirab bendera raksasa 8 x 17 meter dan pemasangan 3.000 bendera ini bukan sekadar simbol, tetapi penegasan bahwa kedaulatan bangsa di perbatasan adalah harga mati," ujarnya.
Bryan mengatakan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani merasa bangga dapat menjadi bagian dari momentum tersebut bersama masyarakat.
"Secara khusus, kami mengucapkan terima kasih kepada BAIS TNI yang telah menginisiasi kegiatan ini serta Panitia HUT yang telah menyelenggarakannya. Terima kasih juga kepada Pemda Bengkayang, TNI-Polri, BNPP, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, Forkopimcam, para pelajar, tokoh adat dan agama, serta seluruh masyarakat perbatasan," katanya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dalam menjaga wilayah perbatasan.
"Sinergi ini membuktikan bahwa menjaga perbatasan adalah tanggung jawab bersama. Semangat Merah Putih dari Jagoi Babang ini kami persembahkan untuk Indonesia," tegasnya.
Sementara itu, pemasangan 3.000 Bendera Merah Putih membuat kawasan jalan protokol Jagoi Babang berubah menjadi hamparan warna merah dan putih. Pemandangan tersebut semakin menegaskan posisi Jagoi Babang sebagai salah satu kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia.








